BlognYa aNaK KamPunG
HanyA manUsIa BiaSa..Yg HarUs BerJuanG DaN BerTahAn dLm MenApAk HiDup,MenItI HarI DemI HaRi DemI BeRlaNjuTnyA HidUp..DaN BelAjAr BerSyukUr Dg GarIsAn HidUp..KaReNa ApA Yg DiBeriKan AllAh AdaLah Yg TeRbaiK..
Rabu, 04 Januari 2012
kamu hanya tak pernah tahu....
Sabtu, 25 Desember 2010
Tabu dilakukan Isteri
2. Menyebarkan rahasia suami
3. Mengingkari kebaikan suami
4. Menolak tidur bersama suami
5. Meminta talak tanpa sebab
6. Puasa sunnah tanpa izin suami
7. Membawa orang yang dibenci suaminya msuk ke rumah
8. Menceritakan wanita lain kepada suami, seolah suaminya melihatnya sendiri
9. Isrof dalam menggunakan harta suami
10.Berkhalwat dengan bukan mahraom
11.Melakukan aborsi
12.Keluar rumah atau bepergian tanpa izin suami
13.Berbuat buruk kepada keluarga suami
14.Menelantarkan anak-anak dan poendidikan mereka
15.Menampakkan perhiasan kepada selain suami
16.Tidak mengikuti adat-adat islam saat keluar untuk bekerja
17.Meninggalkan berhias dan memperelok diri
18.enggan melayani suami dengan baik
19.Tak sabar dengan kondisi suami
20.Terlalu memaksakan diri didepan orang asing
21.Buruk dalam mengurus rumah
22.Kekeruhan rumah tangga
23.Menginginkan yang dimiliki orang lain
24.Sengitnya pertrngkaran dengan suami
25.Cemburu buta
26.Meninggalkan rumah saat bertengkar dengan suami
27.Tidak memperhatikan kebiasaan kerja suami
28.Sering mengeluh
29.Berusaha menghapus kebiasaan suami
30.Tidak memperhatian kondisi psikologis suami
31.Berselisih didepan anak-anak
32.Meninggalkan nasihat atau peringatan suami tentang ibadah
33.Membangkang dan mengikuti hawa nafsu
34.Bodoh terhadap agama
35.Sering bermasalah dengan tetangga
36.Kurang sabar menghadapi kematian
37.Merasa lebih tinggi dari suami
38.Berbicara blak-blakan yang tak diharapkan
39.Menghina hobi suami
40.Istri selalu menganggur dan lali dari kewajibannya.....
RENUNGAN BUAT SANG ISTRI
Apakah akan membahayakan dirimu, apabila engkau menemui suamimu dengan wajah yang berseri, dihiasi simpul senyum yang manis di saat dia masuk rumah?
Apakah memberatkanmu, apabila engkau menyapu debu dari wajahnya, kepala, dan baju serta mengecup pipinya.?!!
Mungkinkah akan menyulitkanmu, jikalau engkau berkata kepada suami : “Alhamdulillah atas keselamatan Kanda, kami sangat rindu kedatanganmu, selamat datang kekasihku”.
Wahai sang istri…
Berdandanlah untuk suamimu dan harapkanlah pahala dari Allah di waktu engkau berdandan, karena Allah itu Indah dan mencintai keindahan
Pakailah parfum yang harum, dan ber-make-uplah, serta pakailah busana yang paling indah untuk menyambut suamimu.
Jauhi dan jauhilah bermuka masam dan cemberut.
Janganlah engkau mendengar dan menghiraukan perusak dan pengacau yang bermaksud merusak dan mengacaukan keharmonisanmu dengan suami.
Janganlah selalu tampak sedih dan gelisah, akan tetapi berlindunglah kepada Allah dari rasa gelisah, sedih, malas dan lemah.
Janganlah berbicara terhadap laki-laki lain dengan lemah-lembut, sehingga menyebabkan orang yang di hatinya ada penyakit mendekatimu dan menduga hal-hal yang jelek ada pada dirimu.
Selalulah dirimu dalam keadaan lapang dada, hati tentram, dan ingat kepada Allah setiap saat.
Ringankanlah suamimu dari setiap keletihan, kepedihan dan musibah serta kesedihan yang menimpanya.
Suruhlah suamimu untuk berbakti kepada ibu bapaknya.
Didiklah anak-anakmu dengan baik. Isilah rumah dengan tasbih, tahlil, tahmid, dan takbir, perbanyaklah membaca Al-Quran terutama surat Al-Baqarah, karena surat itu dapat mengusir setan.
Bangunkanlah suamimu untuk melaksanakan shalat malam, doronglah dia untuk melakukan puasa sunah, ingatkan dia akan keutamaan bersedekah, dan janganlah engkau menghalanginya untuk menjalin hubungan siraturrahim dengan karib kerabatnya.
Perbanyaklah beristighfar untuk dirimu, suamimu, serta kedua orang tua dan seluruh kaum muslimin. Berdoalah kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala, agar dianugerahkan keturunan yang baik, niat yang baik serta kebaikan dunia dan akhirat. Ketahuilah sesungguhnya Rabbmu Maha Mendengar doa dan mencintai orang yang nyinyir dalam meminta. Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Dan Rabbmu berkata : “Serulah Aku niscaya Aku penuhi doamu” (Al-Ghafir : 60).
Rabu, 06 Januari 2010
kUTERSENYUM SAJA......
Merasa lucu dan geli....terkadang itu slalu mengusikku setiap malam,...
Walaupun sejuta permintaan...
Seratus Protes datang..kamu tak bergeming sedikitpun....
Yaa....aq sadar smua sudah mulai memudar...
Ibarat Bunga hanya semusim....lalu perlahan memudar dan gugur ketanah...
Aku hanya bisa tersenyum sendiri........
Meratapi dan memperhatikan tingkah polahmu....
Kembali aq tersadar.....terbangun dari tidur.....terbangun dari mimpi....
Smua yang aku lakukan serasa hampa....
Ikhlas yang aq berikan hanyalah sebuah sesumbar buatmu....
Biarlah....
Jika suasana seperti ini yang kau inginkan dan kau sukai.......
Aku hanya akan mengikuti kmana arahnya.....
Ambil alih lah Nahkodanya....Bawalah kmanapun Kau suka.......
Sampai nanti suatu saat......terucap pengakuanmu padaku ....
Biarkan aq tersenyum disini....
Walau sribu rindu tak pernah membuat hatimu tersentuh.....
Biarkan aq disini......terpana dan terpaku meniti hati........
Lakukanlah.......
Tak perlu sebuah sajak....tak perlu sebuah pengertian...
Tak perlu sanjungan....tak perlu smua kata yg berbau romantis...
Smua hanya mengingatkan....
Kamis, 31 Desember 2009
ROTI GOSONG....
Ketika aku masih anak perempuan kecil, ibu suka membuat sarapan dan makan malam. Dan suatu malam, setelah ibu sudah membuat sarapan, bekerja keras sepanjang hari, malamnya menghidangkan sebuah piring berisi telur, saus dan roti panggang yang gosong di depan meja ayah.
Saya ingat, saat itu menunggu apa reaksi dari orang-orang di situ!
Akan tetapi, yang dilakukan ayah adalah mengambil roti panggang itu, tersenyum pada ibu, dan menanyakan kegiatan saya di sekolah. Saya tidak ingat apa yang dikatakan ayah malam itu, tetapi saya melihatnya mengoleskan mentega dan selai pada roti panggang itu dan menikmati setiap gigitannya!
Ketika saya beranjak dari meja makan malam itu, saya mendengar ibu meminta maaf pada ayah karena roti panggang yang gosong itu.
Dan satu hal yang tidak pernah saya lupakan adalah apa yang ayah katakan: “Sayang, aku suka roti panggang yang gosong.”
Sebelum tidur, saya pergi untuk memberikan ciuman selamat tidur pada ayah. Saya bertanya apakah ayah benar-benar menyukai roti panggang gosong.
Ayah memeluk saya erat dengan kedua lengannya yang kekar dan berkata, “Debbie, ibumu sudah bekerja keras sepanjang hari ini dan dia benar-benar lelah. Jadi sepotong roti panggang yang gosong tidak akan menyakiti siapa pun!”
Apa yang saya pelajari di tahun-tahun berikutnya adalah belajar untuk menerima kesalahan orang lain, dan memilih untuk merayakan perbedaannya – adalah satu kunci yang sangat penting untuk menciptakan sebuah hubungan yang sehat, bertumbuh dan abadi.
SULITNYA MEMAHAMI WANITA (CURAHAN HATI SEORANG SUAMI)
Sulitnya memahami seorang wanita, ternyata bukan mitos semata. Meski waktu pacaran memang sudah terasa sulitnya, saya pikir setelah menikah lebih mudah memahami wanita. Ternyata, makin sulit! Berdasarkan hasil pengamatan saya, ternyata justru hal-hal kecil dari sisi kehidupan seorang wanita yang paling sulit dipahami.
Semua orang juga tau kalo wanita itu senang shopping. Saya juga senang menemani istri shopping; lumayan bisa ikutan “cuci mata”…he..he… Kalo saya sih ( mungkin hampir semua pria juga sama ) selalu straight to the point, niat mau beli sepatu, langsung ke toko sepatu dan tak sampai tigapuluh menit belanjaan sudah di tangan. Sedang istri tercinta yang tadinya dari rumah niatnya cuma mau beli jepit rambut membutuhkan waktu lebih dari dua jam! Itupun akhirnya sang jepit tak terbeli, malahan beli daster, tas, dan mainan untuk si kecil. Pernah juga saya mengantar dia ke Pasar Baru untuk beli sandal dan setelah berkelana dari satu toko ke toko lain selama berjam-jam, dengan muka ditekuk mengatakan bahwa modelnya tidak ada yang cocok dan minta diantar ke tempat lain. Oh my, God! Dari sekian puluh toko yang berjajar tak satupun model yang berkenan di hatinya…..rasanya gemas sekali, tapi karena cinta, ya sudah saya turuti saja ( meskipun dalam hati saya mangkel luar biasa…)
Masalah bajupun sering bikin pusing. Kalo dia pake baju baru dan saya ngga ngeh, pasti buntutnya ngambek. Saya dibilang ngga memperhatikan istri, dst, dst…. Padahal maksud saya ngga begitu kok. Wong, bajunya segudang; mana saya hafal yang baru mana yang lama mana…..ha..ha… saya sering jadi ketawa sendiri. Soal penampilanpun demikian. Kalo saya puji dia cantik; dia ngga percaya; rayuan gombal katanya; kalo ngga memuji dianya ngambek, katanya ngga cinta lagi ..wah…pusing!
Belum lagi seringnya dia mengeluh kegemukan, alias ngga pede. Padahal di mata saya dia sudah terlihat perfect. Dengan status sudah menjadi ibu, tubuhnya terbilang ramping. Tapi katanya masih kurang malah pingin diet ketat segala…..lha…memangnya mau jadi papan setrika? Katanya pingin punya penampilan menarik untuk suami, nah saya selaku suami udah merasa fine-fine aja kok masih tetap ngga pede.
Yang juga sering jadi pemicu pertengkaran adalah rasa curiga yang kadang bikin saya pingin tertawa terpingkal-pingkal. Istri saya itu hobi banget nonton telenovela dan sinetron. Kadang saya ikut nemanin dia nonton, hasilnya saat ada adegan suami yang punya selingkuhan, dengan tatapan penuh kecurigaan dia ngomong gini: “Papa ngga kayak gitu kan?!” Huh, sebal rasanya, niat baik ikut nemanin nonton-meski saya sebetulnya alergi sama tontonan model begitu-malah dia jadi curiga sama saya.
Acara ke bengkel pun ngga luput dari kecurigaan istri saya tersayang itu. Kalo saya larang untuk ikut-karena di bengkel panas dan kotor- dia ngambek dan menuduh saya yang bukan-bukan, misalnya punya janji kencan dengan cewek… Ya, sudah sekalian saja saya ajak. Eh, disana dia kepanasan dan baru sebentar aja udah ngambek minta pulang. Kalo saya mau ngumpul bareng sahabat lama, maka wajib bagi saya untuk menyerahkan daftar pengikut acara. Kalo ada satu nama saja yang tak berkenan, jangan harap ijin bisa keluar….. wah, galaknya lebih- lebih dari ibu kos saya dulu…he..he….
HP juga sering lho, jadi masalah. Kalo pas dia nelfon ke HP dan ngga aktif, sudah bisa dipastikan mailbox saya akan penuh dengan omelannya. Lha, di dalam ruang meeting memang ngga ada signal dari sananya kok saya yang didamprat? Ha..ha.. lagi-lagi saya jadi ketawa sendiri.
Begitulah, bagi saya wanita itu ternyata memang sangat sulit dipahami, cinta saja tak cukup untuk memahami mereka, diperlukan pula kesabaran yang tinggi. Adakah perasaan saya ini mewakili para suami yang lain?
Semangat kegigihan Rasulullah SAW
Abbas el-Aqad, 29 Agustus 2003
Pada malam rabu tanggal 10 Syawal, pasukan Islam tiba di Hunain. Sementara itu Pemimpin kaum kuffar Malik bin Auf dan bala tentaranya lebih dahulu tiba di sana. Dia memencarkan pasukan dan menempatkan mereka disetiap jalan masuk, di celah-celah bukit dan celukan yang tersembunyi. Dia memerintahkan menyerang pasukan muslimin selagi sudah tampak, lalu semuanya sudah siap dengan serentak.
Menjelang subuh Rasulullah saw mempersiapkan pasukan, menyerahkan dan membagi-bagi tugas diantara mereka. Saat itulah pasukan muslimin mendapat serangan secara mendadak oleh pasukan pemanah dari kaum kuffar, hingga membuat mereka mundur ke belakang, lari kocar-kacir, seorangpun dari mereka tidak mempedulikan lagi temannya. Inilah suatu kekalahan yang sulit dipercaya, karena mereka menganggap akan menang. Sebab jumlah tentara muslimin saat itu mencapai dua belas ribu orang. Sementara itu pasukan musuh menurut Abu Hadrad seorang intel Rasulullah kala itu mengatakan, kebanyakan di antara mereka kaun wanita dan anak-anak,. Karena Malik bin Auf ingin melibatkan seluruh kabilahnya untuk berperang.
Peperanganpun masih memanas, disaat itu pula waktu yang sangat keritis yang dialami Rasulullah saw sambil berbelok ke arah ke kanan lalu berseru, "kemarilah wahai orang semua, aku adalah Rasulullah, aku adalah Muhammah bin Abdullah." Namun mereka tidak mempedulikan lagi. Yang ada di benak mereka adalah keinginan untuk melarikan diri. Sehingga yang menyisa di tempat beliau hanya beberapa orang muhajirin dan sanak keluarga beliau.
Pada saat itulah tampak betapa hebat keberanian Rasulullah saw yang tiada tandingan. Salah seorang di samping beliau yang setia adalah paman beliau, Al-Abbas sambil memegang pelana bughal Rasulullah saw. Dan Rasulullah saw pun memacu bughalnya ke arah musuh sambil berkata:" Akulah seorang Nabi dan bukan dusta. Akulah keturunan Abdul Muthalib." Lalu beliau turun dari punggung bughal sambil berdo'a:" Ya Allah turunkanlah pertolongan-Mu."
Seketika itu Rasulullah saw memerintah salah seorang yang paling dekat dikala itu, yaitu Al-Abbas untuk menyeru kepada kaum muslimin, lagipun beliau dikenal sebagai seorang yang paling lantang suaranya diantara sahabat Rasulullah saw. Al-Abbas menuturkan," akupun bertetiak denga suara sekeras-kerasnya. Manakah orang-orang yang berikrar di bawah pohon?"
Al-Abbas kembali menuturkan, "demi Allah, seakan-akan perasaan mereka saat mendengar teriakanku ini seperti perasaan seekor induk sapi terhadap anaknya."
Mereka menyahut, "kami mendengar seruanmu, kami mendengar seruanmu."
Sehingga akhirnya mereka mendekati Rasulullah saw, sambil melancarkan serangan, lalu rasulullah saw berkata,"disinilah serangan berkobar." Segenggam pasir Beliau lemparkan ke arah kaum kafir, sehingga tidak seorangpun diantara mereka, yang kena semburan pasir melainkan tidak bisa melihat dengan jelas. Tak seberapa lama Beliau melempar pasir, musuhpun mengalami kekalahan secara telak. Dengan kekalahan tersebut kaum muslimin mendapat harta rampasan yang cukup banyak.
Sebagai tahapan-tahapan cerita di atas , Allah swt telah mengisyaratkan dalam firman-Nya : "Dan ingatlah peperangan hunain, yaitu kalian menjadi congkak karena banyaknya jumlah kalian, maka jumlah banyak itu tidak memberi manfaat bagi kalian, kemudian kalian lari ke belakang dengan bercerai berai. Kemudian Allah menurunkan rasa ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang yang beriman. Dan Allah menurunkan bala tentara-Nya yang kalian tidak melihatnya, dan Allah menimpa bencana kepada orang-orang kafir, dan demikian pula pembalasan kepada orang-orang kafir." ( Q. S At-Taubah : 25-26).
Wallahu 'alam
Kutipan, Rasul Qudwatuna (Hatta Ya'lamu Syabaab)
Dan Sirah Nabawiyah, Syaikh Safiyul-Rahman Al-Mubarakfury.